Memutuskan

Masa ujian chuunin telah berakhir pada tahun ini dengan hasil ujian yang kurang memuaskan, begitu juga tidak ada satupun tim yang lolos ujian. Mungkin bisa disebabkan kurangnya kerjasama tim atau bisa juga tingkat ujian yang diajukan cukup sulit. Akan tetapi, para guru dan hokage ke-3 mendiskusikan satu orang yang mungkin bisa dijadikan jhonin walau timnya gagal. Genin itu adalah Nara Shikamaru dari Klan Nara. Ia memiliki tingkat ketenangan dan pandai mengatur strategi saat menghadapi situasi. Hal itu sangat diperlukan ketika menjalankan misi diluar desa yang membutuhkan strategi dan memimpin regu disebuah tim.

Meskipun hanya satu orang yang lolos ke tingkat johnin, para ninja yang belum lulus masih tetap bersemangat dan masih bisa menjalankan misi. Setelah selasainya ujian, para ninja banyak yang mengalami luka saat menjalankan ujian. Tidak sedikit diantara mereka yang mengalami luka ringan dan bahkan ada juga yang luka berat hingga koma. Keaadan yang cukup memprihatinkan adalan kaki dari seorang ninja bernama Rock Lee. Ia mengalami luka patah kaki yang cukup parah dan didiagnosis untuk berhenti menjadi ninja. Lee merasa kecewa namun tak dapat berbuat banyak, dokter akan melakukan operasi walau tinkat keberhasilan hanya 55% persen saja.

Disisi lain, ada juga ninja yang hanya mengalami luka ringan seperti Naruto. Luka yang ada ditubuhnya sangat cepat sembuh dan bahkan hilang bekasnya. Mungkin itu adalah reaksi cakra kyubi yang membantu dalam proses penyembuhan. Sedangkan teman setimnya Naruto yaitu Uciha Sasuke mulai ketahap pemulihan, ia kehabisan banyak cakra dan mengalami efek tegang dari tanda kutukan yang didapatkannya dari Orochimaru. Sasuke belum sadarkan diri sejak tiga hari setelah ujian. Sasuke selalu dijenguk oleh Sakura, dirumah sakit dan selalu berdo’a agar Sasuke cepat bangun.

Dihari ke empat pada pagi hari, akhirnya Sasuke terbangun. Sakura yang didekatnya sangat senang dan memberi tahu Naruto. Mereka sangat senang bahwa Sasuke baik-baik saja. Hanya sebentar suasana itu terjadi, tiba-tiba Sasuke menatap Naruto dan ingin megajaknya bertarung agar tahu siapa yang paling kuat. Namun, Naruto menolak karena Sasuke baru saja bangun dari pingsannya. Sasuke terus mengumpat dan terus ingin adu mekanik dengan Naruto. Melihat hal itu, Sakura tidak bisa berkata-kata karena belum pernah melihat mereka seserius itu dengan tatapan yang menakutkan.

Sasuke seperti itu, karena ia merasa tertinggal oleh Naruto yang terus berkembang dan banyak mengalahkan musuh. Ia sangat iri dan ingin melampiaskan amarahnya agar tahu siapa yang paling kuat diantara mereka. Naruto akhirnya menuruti kemauan Sasuke dan mereka menuju atas atap rumah sakit untuk bertarung. Sakura berusaha menahan mereka, tapi tak ada yang mau mendengarnya. Mereka terus adu jotos dan adu mulut meluapkan emosi mereka. Sampai pada akhirnya Naruto mengeluarkan rasenggan yang menjadi jurus khasnya. Tidak mau kalah, Sasuke juga mengeluarkan chidorinya yang ia pelajari dari gurunya, Kakashi.

Mereka berteriak dan saling mengadu jurus dengan tangan mereka masing-masing. Tiba-tiba Kakasi datang dan langsung melemparkan jurus mereka yang mengakibatkan tangka air dirumah sakit bocor. Saat itu Sakura hanya bisa menangis melihat teman setimnya berkelahi. Mereka berhasil dipisahkan dan Kakashi menasehati Naruto untuk tidak mudah terpancing emosi. Ia juga menasihati Sasuke dibawah pohon sebelah rumah sakit, bahwa kekuatan Chidori yang ia ajarkan kepadanya tidak untuk menyakiti temannya sendiri.

Mendengar nasihat Kakasi, Sasuke malah semakin marah karena menurutnya Kakashi tidak tau apa-apa tentang keluarga dan hidup Sasuke dimasa lalu. Sasuke telah banyak kehilangan orang-orang yang ia sayangi karena mereka semua dibunuh oleh kakaknya sendiri didepan mata Sasuke. Itulah sebabnya Sasuke selalu ingi menjadi lebih kuat agar bisa membalas dendam pada kakaknya, dan ia juga akan membunuh orang-orang yang ikut campur dalam upayanya balas dendam. Ia juga akan membunuh orang-orang terdekat Kakashi jika ia terus ikut campur. Mendengar luapan emosi Sasuke saat itu, Kakashi malah tertawa dan mengatakan kalau orang yang ia sayangi telah mati terbunuh semua. Namun Kakashi tetap akan menjalani hidup dijalur yang benar agar tidak tenggelam dalam kepedihan dan kesedihan.

Seketika Sasuke terdiam dan Kakasi meninggalkannya, agar Sasuke bisa berpikir sendiri mana yang lebih penting, teman atau balas dendam. Karena setelah balas dendam telah dilampiaskan, maka yang tersisa hanyalah kehampaan. Kakashi tidak ingin hal itu terjadi pada muridnya. Sampai tenggelam matahari, Sasuke masih terdiam dan dalam pikirnya ia harus mendapatkan banyak kekuatan agar bisa segera membalas dendang. Disaat gelap tiba, Sasuke merasa diawasi oleh seseorang, lalu ia mengeluarkan kunainya ke semak-semak. Ternyata ada tiga orang disemak itu, mereka dalah ninja dari Desa Otogakure.

Mereka bertiga adalah bawahan Orochimaru yang ditugaskan untuk mengetes kemampuan Sasuke setelah bereaksi dengan tanda kutukan. Ternyata Sasuke masih sangat lemah dan bukan tandingan mereka. Bagi mereka Saat itu Sasuke seperti tikus kecil yang bodoh. Mereka mentertawakan Sasuke dan saling berbisik anak yang lemah seperti ini mau dijadikan wadah untuk Orochimaru. Mereka terus tertawa dan mengatakan tujuan mereka menemuinya. Mereka menawarkan undangan Orochimaru jika memang Sasuke menginginkan kekuatan maka ia harus datang ke Orochimaru dengan suka rela.

Saat itu Sasuke hanya terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Karena belum ada jawaban, mereka terus mengejek Sasuke bahwa jika ia masih berada Di Konoha, ia hanya akan menyia-nyiakan hidupnya. Karena Di Konoha menurut mereka, Sasuke hanya bermain ninja-ninjaan dan tidak akan bertambah kuat lalu gagal untuk membalaskan dendam kepada kakaknya. Stelah habis-habisan mengejek, mereka memukuli Sasuke, hingga tanda kutukan itu menyebar dan menambah rasa amarah Sasuke. Namun, hal itu tidak berpebgaruh bagi mereka bertiga dan lagi-mereka tertawa. Kmudian mereka berlalu pergi sembari memberi tahu kalau ingin kekuatan datanglah pada Orochimaru sebelum matahari terbenam besok.

Tepat tengah malam, Sasuke memutuskan akan pergi ke tempat Orochimaru dan mendapatkan kekuatan. Ia mempersiapkan barang bawaan dan akan pergi keluar desa dengan cara diam-diam. Disaat yang bertepatan Sakura berfirasat tidak tenang tentang Sasuke dan ingin menemuinya. Mereka berpapasan di depan pintu gerbang sebelum pintu keluar Desa Konoha. Melihat Sasuke yang membawa barang bepergian, ia langsung menanyakan kemana ia akan pergi. Benar saja, Sasuke akan meinggalkan desa dan ia tidak ingin Sakura ikut campur urusannya.

Sakura menahan Sasuke pergi dengan cara memberi tahu kenangan-kenangan yang telah mereka bangun bersama teman-teman  Di Konoha. Bahkan Sakura menyatakan cintanya kepada Sasuke sambil menangis agar Sasuke tidak meninggalkannya. Namun Sasuke tidak mau merubah tekatnya membalas dendam dan pergi ke tempat Orochimaru. Tidak hanya menyatakan cintanya, Sakura juga akan membantu Sasuke membalaskan dendam asalkan ia tidak pergi meninggalkan desa dan dirinya.

Secara cepat Sasuke berbalik dan mengatakan pada Sakura bahwa balas dendamnya tidak ada hubungannya dengan Sakura dan ia juga mengucapkan terima kasih karena telah mengisi kehidupannya selama ini. Kemudian Sasuke menekan titik cakra Sakura agar ia pingsan dan tidak menganggunya lagi. Lalu pada saat Sakura pingsan, ia meletakkan tubuh Sahura di kursi pinggir jalan dan meninggalkannya disana. Sasuke meninggalkan desa malam itu dengan tidak diketahui oleh orang selain Sakura, ia akan terus berusaha bagaimanapun caranya agar memperoleh kekuatan untuk membalas dendam.

Keesokan paginya, Sakura ditemukan oleh penduduk desa dan menanyainya mengapa seorang perempuan tidur di tempat sperti itu. Sakura hanya bisa menangis, lalu orang itu membawanya ke kantor hokage dan Sakura mengatakan kalau Sasuke telah meninggalkan desa semalam. Tsunade yang menjadi hokage pada saat itu terkejut dan segera memanggil ninja untuk mengejar Sasuke dan menangkapnya. Naruto yang mendenya, ia ingin membantu megejar Sasuke dan menghajarnya karena telah membuat Sakura menangis.

Usulan Naruto mengajukan pengejaran diizinkan Tsunade namun harus bersama Shikamaru dan teman lainnya. Akhirnya mereka berdua memutuskan mengajak Kiba, Neji dan Choji umtuk membantu misi pengejaran Sasuke. Tsunade meminta Nara Shikamaru sebagai ketua tim untuk memandu strategi dan perintah dalam misi. Lalu mereka ber-lima berangkat melakukan pengejaran dipagi hari sebelum matahari terbit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.