Kakak Beradik

Cika adalah siswi SMA 1 Pelita Jakarta, ia duduk di kelas X Biologi. Cika termasuk murid yang paling aktif dalam ekstrakurikuler  Teater dan PMR. Ia anak ke 2 dari 2 bersaudara, Ia mempunyai kakak laki-laki yang bernama Bimbim. Kakaknya kelas XII di STM negeri Jakarta dengan kejuruan kelistrikan. Bimbim anaknya sangat tertutup dengan keluarga, jarang mau bercerita dengan adik ataupun orang tuanya. Cika anaknya ceria, lucu dan sangat mudah berbaur dengan siapapun. Saat teman-teman kakaknya datang untuk mengerjakan tugas bersama  Cika pun sering ikut-ikut nimbrung pembicaraan dengan teman kakaknya. Cika juga sering usil hingga menimbulkan pertengkaran dengan kakaknya.

Pagi ini ibunya Cika mendapat panggilan telephone dari tetangga nenek yang tinggal di Surabaya, tetangga bernama mbak ning. Mbak ning  memberitahu jika neneknya terjatuh di kamar mandi dan dilarikan kerumah sakit di Surabaya. Ibu dan ayah pun langsung bersiap untuk berangkat ke Surabaya. Sebelum berangkat ibu mengirim pesan melalui whatsapp ke Cika dan Bimbim untuk jaga diri baik-baik dirumah, ibu memberi tahu jika ibu meninggalkan sebuah kartu ATMdi depan televisi untuk membeli keperluan makan. Setelah selesai ayah memasukkan koper ke dalam mobil dan ibu mengunci pintu lalu mereka berangkat ke Surabaya.

Waktu jam pelajaran selesai Cika melihat pesan masuk dari ibunya, ia pun langsung sedih karena ditinggal pergi ke dua orang tuanya. Setelah keluar dari gerbang sekolah Cika berjalan kearah sekolah Bimbim, karena sekolahnya hanya berjarak 500m dari sekolah Cika. Sampai di depan sekolah Bimbim, Cika duduk di halte depan STM. Tidak lama menunggu Bimbim keluar menuntun motor menugu gerbang sekolah, sampai didepan gerbang sekolah Bimbim menaiki motornya sambil memakai helm. Cika menghampiri sambil memakai helm juga lalu naik di belakang Bimbim. Dalam perjalanan Cika bercerita panjang dan Bimbim hanya merespon dengan 1 kata, membuat Cika kesal dan cemberut. Sampai dirumah Cika turun untuk membuka pagar depan rumah. Setelah motor masuk cika menutup kembali pagarnya dan bimbim langsung masuk tetapi pintu terkunci. Cika memberitahu suruh Bimbim melihat handphone, lalu Cika mencari kunci rumah yang disembunyikan ibunya. Bimbim baru membuka pesan dari ibunya karena Bimbim Belum melihat handphone dari pagi. Setelah Cika membuka pintu dan masuk menaruh sepatu ke rak sepatu, Bimbim langsung ambil minun di dapur dan membawa minumnya ke depan TV. Kucing kesayangan Cika datang menghampiri ia pun langsung menggendong kucingnya naik ke kamarnya sambil mengusap-usap bulu kucingnya yang halus. Sampai kamar kucingnya di taruh di atas tempat tidur lalu  ditinggal mandi. Selesai mandi Cika membawa kucingnya turun untuk makan, dan sampai di dapur tidak ada makanan hanya ada nasi putih. Cika pun langsung mencari mie instan untuk dimasak, ternyata mie instannya tinggal 1. Lalu Cika kepikiran untuk membuat mie telur dadar agar bisa dibagi dengan Bimbim. Cika pun langsung memasak 1 mie instan dan 5 butir telur ditemani kucing kesayangannya. Selesai memasak Cika membagi dua yang 1 ditaruh meja makan dan yang 1 ia bawa makan di depan TV sambil melihat Bimbim bermain PS. Mencium bau makanan yang dibawa Cika, Bimbim pun jadi lapar dan ke dapur untuk mengambil makanan. Setelah mengambil makanan langsung ke depan TV lagi.

Sore itu teman-teman Bimbim datang mengajak bermain  sepak bola, Bimbim sebetulnya malas sekali ikut bermain tapi tak alasan untuk menolak akhirnya ia mau lalu langsung menuju lapangan untuk bermain sepak bola. Sesampainya di lapangan mereka langsung persiap diposisi masing-masing Bimbim memilih jadi kipper saja ia malas untuk berlari menggiring bola di bawah terik matahari meskipun matahari akan tenggelam. Bimbim menghadang bola agar tak masuk gawang percobaan pertama gagal percobaan kedua juga gagal lawan berhasil mencetak dua skor sedangkan tim Bimbim masih nol percobaan ketiga dan keempat berhasil skor jadi dua sama. Hari mulai gelap bertanda malam akan datang teman-teman menutuskan untuk pulang dan sepakat untuk melajutkan besok saja. Bimbim pulang dengan keadaan baju penuh lumpur dan kakinya luka Chika bertanya kenapa ia bisa begini jawaban Bimbim sangat menyebalkan namanya juga cowok jangan takut kotor yak an ka. Chika mendengar itu langsung mengoceh kamu enak tidak mencuci kalau begitu mulai hari ini dan seterusnya kau mencuci sendiri ibu mengacam Bimbim, ia pun meminta ampun pada ibunya karena tak sanggup jika harus mencuci sendiri. Mendengar itu Chika sudah masa bodoh sebab ia juga sudah capek dengan kegiatannya sendiri ditambah kakaknya yang kaya gini. Ditambah ibunya tidak di rumah menjadi tambah ribet.

Malam tiba Chika merasa lapar bilang ke kakaknya agar ia membelikan makan rasanya cacing dalam perutku lagi konser band mental. “Kak aku lapar beli makan yuk” ucap Chika sambil memegang perut yang terasa sangat lapar. Bimbim masih enak bermain handpone tak menguris omongan adiknya Chika yang kesal melembarkan tutup panci ke wajah kakaknya. Sontak bimbim kaget setengah mati lalu menoleh ke arah adiknya bertanya ada apa dengan mengode mengelus ngelus perut Bimbim pun seketika mengerti lalu bertanya ia mau makan apa, adiknya meminta nasi padang lauk rendang dan krupuk. Lalu ia meraih handphone memesan lewat layanan online tak lama pesanan pun datang mereka mulai makan bersama pemandang berbeda biasanya mereka pernah mau makan satu meja kalau tak ada ibunya sebab Chika usil sekali terkadang lauk kakaknya diambil makanya kakanya malas sekali makan bareng Chika. Bimbim sebagai kakak membagi tugas buat besok pagi tugas Chika menyapu,mengepel,dan memasak sedangkan dia akan mencuci baju,mencuci piring, dan mencuci motor kesayangannya. Chika yang mendengar itu tak terima terus Bimbim bertanya mau tukar ya gak apa apa setelah melihat tumpukkan baju yang menggunung seperti gunung semeru itu jadi berubah pikiran ia akhirnya mau menerima tugas pertama tadi. Setelah makan mereka masuk kamar masing-masing untuk tidur karena perutnya sudah kenyang.

Matahari masih mengetip Bimbim sudah bangun mencuci piring dan mencuci baju yang sudah menggunung itu sementara Chika masih bermimpi indah sambil memuluk guling kesayangannya. Jam dinding menujukkan pukul enam tiga puluh Chika masih tidur nyenyak sedang Bimbim sudah selesai menjemur pakaian dan motor pun sudah bersih tinggal tugas Chika. Bimbim membuka pintu kamar Chika lalu membangunkannya tapi tak kunjung bangun Bimbim mengancam dalam hitungan 10 tak bangun ia tak mendapat sarapan nasi uduk mak sri itu adalah makanan kesukaan Chika tak pakai lama ia langsung membuka mata lalu bangkit mengambil sapu dan mengepel. Ia mulai membesihkan dari teras sampai halaman belakang sedangakan Bimbim berangkat beli nasi uduk kebutulan antri banyak sekali nasi uduk mak sri ini sangat enak jadi banyak peminatnya. Tiga puluh menit ia mengantri tiba giliran Bimbim membeli dua bungkus nasi uduk lengkap setelah dapat ia pulang. Di rumah Chika sudah menyelesaikan tugasnya ia sudah ada di meja makan menunggu nasi uduk datang, ia menyiapkan teh hangat untuknya dan kopi untuk kakaknya piring sendok sudah siap di meja makan. Tak lama nasi uduk pun datang dengan wajah secerah mentari ia langsung mengambil dan membuka nasi uduk itu aromanya sangat lezat sekali. Bimbim meminum kopinya lalu ikut makan bersama, Bimbim bertanya setelah ini Chika kemana Chika menjawab tak kemana-mana Bimbim mengajaknya pergi ke mall sambil membeli kebutuhannya dengan senang hati ia mengiyakan setelah makan ia mandi dan bersiap siap. Setelah selesai mereka pun menuju mall Bimbim membeli banyak sekali lalu ia menawari Chika mau beli apa lalu Chika mengambil snack kesukaannya setelah itu Bimbim membayar dan langsung punlang. Dalam perjalanan pulang Bimbim melihat bakso dipinggir jalan ia berhenti untuk membeli bakso dulu lalau pulang. Mereka makan dengan lahap bakso tersebut rasanya sangat nikmat bakso panas dipadu dengan sambal sangatlah enak minumnya es jeruk manis dipetik lagsung dari kebunnya segar sekali.

Mereka pulang ternyata ibunya sudah pulang seminggu ditinggal ibu sangatlah menyusahkan Chika lagsung memuluk ibunya ia sangat rindu. Ibunya senang ternyata selama ia pergi anaknya sudah kelihatan akur. Dari musibah ini ada nikmah yang dapat diambil anaknya sudah banyak berubah tanpa harus disuruh. Mereka masuk dan ibu membawa oleh-oleh untuk mereka dan mereka pun sangat senang bukan senang mendapatkan oleh-oleh tapi ibunya sudah pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.